Pekanbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas III Rumbai sukses menggelar panen raya hasil pertanian dan peternakan pada Kamis pagi (30/10/2025). Kegiatan yang menandai keberhasilan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Riau, Maizar, dan dihadiri pula oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Bidang Administrasi, Dr. Herdito Sandi Pratama.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang berhalangan hadir, diwakili oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Jefriandi Gultom. Dalam sambutannya, Jefriandi menyampaikan apresiasi atas sinergi antarlembaga pemasyarakatan di wilayah Riau. “Program pertanian dan peternakan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga melatih keterampilan WBP agar setelah bebas nanti dapat mandiri dan produktif di masyarakat,” ujar Jefriandi.
Panen raya kali ini menghasilkan berbagai komoditas hortikultura, antara lain labu madu sebanyak 450 kg, cabai merah 120 kg, jagung manis 200 tongkol, serta terong ungu 180 kg. Dari sektor peternakan, dipanen 85 ekor ayam kampung siap potong dengan bobot rata-rata 1,2 kg per ekor. Seluruh hasil panen akan didistribusikan untuk konsumsi internal lapas, sisanya dijual ke pasar lokal guna menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Maizar dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya Lapas Terbuka sebagai model pembinaan berbasis agribisnis. “Lapas Terbuka Rumbai telah menjadi percontohan nasional. Dengan lahan seluas 12 hektare, kita mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus rehabilitasi WBP melalui kerja nyata di lapangan,” katanya. Ia juga mengapresiasi kehadiran Dr. Herdito Sandi Pratama yang turut memberikan arahan terkait optimalisasi program serupa di seluruh Indonesia.
Dr. Herdito menambahkan, Kementerian Imipas sedang menggodok regulasi baru untuk memperluas akses pasar bagi hasil produksi lapas. “Kami akan dorong kerja sama dengan koperasi dan UMKM lokal agar produk WBP memiliki daya saing dan sertifikasi halal,” ungkapnya.
Kegiatan panen raya ditutup dengan penyerahan bibit unggul kepada WBP untuk siklus tanam berikutnya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan modern tidak hanya menekankan pengamanan, tetapi juga pembentukan karakter melalui produktivitas. (JR)