PEKANBARU, 8 Agustus 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menunjukkan keberhasilan dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pekanbaru, warga binaan berhasil memanen ikan patin sebanyak 1,5 ton yang siap dipasarkan kepada masyarakat.
Kegiatan panen ikan patin sekaligus penebaran benih ikan lele tersebut dilaksanakan hari ini dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau Rudi Fernando Sianturi, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Yusuf Gunawan, serta Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto.
Kegiatan yang ditaja oleh Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru di bawah komando Kepala Seksi Kegiatan Kerja, David Susilo, ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan.
Proses budidaya ikan patin tersebut dilakukan secara langsung oleh warga binaan, mulai dari tahap pembibitan, pemeliharaan, hingga masa panen. Keberhasilan panen yang telah dilakukan beberapa kali menunjukkan bahwa program pembinaan tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Di lahan yang sangat terbatas, kreativitas tidak pernah terbatas. Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada jajaran Lapas Pekanbaru yang terus mengembangkan berbagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Kakanwil Ditjenpas Riau, Rudi Fernando Sianturi.
Menurutnya, keberadaan berbagai kegiatan produktif di Lapas tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap semakin banyak warga binaan yang dapat merasakan manfaat dari program pembinaan tersebut. Selain menjadi sarana edukasi dan pembentukan keterampilan, kegiatan budidaya ikan juga turut mendukung program ketahanan pangan yang tengah didorong oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Usai panen ikan patin, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran 1.500 benih ikan lele ke kolam yang berbeda. Pengembangan budidaya ikan lele ini menjadi langkah lanjutan Seksi Kegiatan Kerja dalam memperluas jenis kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Pekanbaru.
“Setelah melihat keberhasilan budidaya ikan patin, kami mulai mengembangkan budidaya ikan lele. Harapannya, ke depan hasilnya juga dapat sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi sarana asimilasi yang memberikan pengalaman serta keterampilan bagi warga binaan,” ujar Yuniarto.
Kalapas Pekanbaru Yuniarto juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan panen ikan patin yang dapat terlaksana sesuai target. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif.
“Harapan kami, program ini ke depan tidak hanya memberikan manfaat edukasi dan keterampilan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan,” ungkapnya.
Tidak hanya budidaya ikan, Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru juga mengembangkan berbagai produk keterampilan warga binaan. Di sela-sela kunjungannya, Kakanwil Ditjenpas Riau turut mencicipi produk olahan roti hasil karya warga binaan yang hingga kini masih dikelola melalui Seksi Kegiatan Kerja.
Rangkaian kegiatan panen ikan patin dan penebaran benih lele ini menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak berhenti pada aspek pengamanan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan, produktivitas, serta kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Dengan hasil panen yang mencapai 1,5 ton dan dimulainya budidaya 1.500 benih lele, SAE Lapas Pekanbaru diharapkan terus berkembang menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah produktif bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah menjalani masa pidana.