Lapas Pekanbaru Jadi Laboratorium Nyata, 16 Mahasiswa Ikuti Program PKL

Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menerima mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Riau. Sebanyak 16 mahasiswa yang terdiri dari 3 orang dari Universitas Riau (UR), 7 orang dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska), serta 6 orang dari Universitas Islam Riau (UIR) akan melaksanakan program magang selama dua bulan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (02/07).

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Parlindungan H. Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran para mahasiswa sebagai bagian dari sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan.

“Program PKL ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan Lapas serta memahami dinamika pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diberikan pengarahan terkait seluruh aktivitas dan tata tertib yang berlaku di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Pengarahan tersebut meliputi jam kerja, penggunaan seragam, hingga aturan-aturan yang wajib dipatuhi selama kegiatan berlangsung. Hal ini juga menjadi dasar dalam proses evaluasi dan penilaian di akhir program.

Program PKL atau magang ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Lapas Kelas IIA Pekanbaru sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

Selain itu, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan, sehingga dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja di masa mendatang.