Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Pekanbaru Gandeng Dinkes Skrining 500 Warga Binaan

Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Lapas Pekanbaru menggelar kegiatan Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis yang menyasar sebanyak 500 Warga Binaan.

Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan di Aula Dr. Sahardjo Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Rabu (26/08/2026), mulai pukul 08.45 WIB. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjuk Puskesmas Sapta Taruna sebagai pelaksana pemeriksaan kesehatan bagi Warga Binaan.

Sebanyak 100 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan pada pelaksanaan kegiatan hari pertama. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, bersama jajaran terkait.

Program skrining TB dan pemeriksaan kesehatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan dalam lima sesi pertemuan, dengan rincian dua kali kegiatan pada Agustus dan tiga kali kegiatan pada September 2026. Melalui kegiatan ini, ditargetkan sebanyak 500 Warga Binaan dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan secara bertahap.

Pelaksanaan kegiatan dari pihak Lapas Pekanbaru dikoordinasikan oleh Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) melalui petugas Klinik Lapas Pekanbaru yang bekerja sama langsung dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sapta Taruna.

Kalapas Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan Warga Binaan, khususnya dalam mengantisipasi dan memetakan potensi penyebaran penyakit Tuberkulosis di lingkungan Lapas.

“Kesehatan Warga Binaan merupakan salah satu perhatian utama kami. Melalui kegiatan skrining TB dan cek kesehatan gratis ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan dapat diketahui sedini mungkin. Apabila ditemukan adanya warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, tentu dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku,” ujar Eko Ari Wibowo.

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi semakin penting mengingat kondisi hunian Lapas Pekanbaru yang saat ini mengalami overkapasitas. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif dan pemetaan kesehatan yang terukur untuk menjaga lingkungan Lapas tetap sehat dan meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta Puskesmas Sapta Taruna. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya kami memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh Warga Binaan, khususnya dalam melakukan pencegahan dan penanganan penyakit menular,” tambahnya.

Melalui hasil skrining dan pemeriksaan kesehatan tersebut, Lapas Pekanbaru bersama jajaran tenaga kesehatan akan melakukan pendataan serta pemetaan terhadap kondisi kesehatan Warga Binaan. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut, terutama bagi Warga Binaan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan medis.

Kegiatan ini juga akan terus dilaksanakan sesuai jadwal hingga target 500 Warga Binaan dapat mengikuti skrining TB dan cek kesehatan gratis.

Dengan adanya program tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap kondisi kesehatan Warga Binaan dapat terus terpantau, potensi penyakit menular dapat dideteksi lebih awal, serta langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Lapas Pekanbaru berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.